Seperti kerendahan hati yang …
Terima kasih,kuterima takdirku meskipun tidaklah cerah tetapi berarti,
Selaksa rindu bukan dilukis mengayunkan melainkan kulantunkan pujianmu.
Poni,Poni..
Kerasnya hati tidak berbekas dalam kerasnya hatimu,
Semuanya berasal dari roh yang tertanam di pasak jiwamu,
Poni,terlupakah kamu ?.
Aku kurang bangga mendengarmu berkata kupantas,
bijaksanalah kamu yang terlukis cerah diawan diselimuti pelangi.
Dalam keterikatanmu aku terpaut dan menghitam diteriknya matahari.
banyak bicara seperti semuanya bukanlah tugas,melainkan kewajiban.
Itulah kebiasaanmu,yang meragu.
Poni,Poni.. aku tertunduk bisu.
Ucapmu tidak salah,memang terucap tulus begitu saja , menurutmu itu sekilas kejujuran.
Duniaku yang terlelap kesunyian, aku berjanji
Aku akan terus belajar dan akan bertahan setelah sampai 3 tahun meneropong terang (dan 5tahun dibelakang lemahku), dan 7 bulan dijalan yg sama.
Allah tidaklah kejam, semua itu adalah pelajaran.
Tidaklah ada perempuan di bulan mei yang mendekat dengan pengadilan takdir yang jahat dan diam.
Sebelum kumasuki gerbang yang terhalang ketidakpercayaan penjaganya
Dilihatnya wajahku yang kelam, dan di dalam nama,
Ditanyanya aku plakat perjanjian lama,dimana hanya aku yang dulu.
Seperti yang terbaik adalah terdeksi lemah dari perubahanku.
Poni,poni…
Serius pada hidup belum terlambat kan,
Nada yang mengalun indah mulai merasuki pribadiku dengan rahmat-Nya:
Tergesa-gesa dadaku berdetak, menandakan begitu banyak, tanpa lelah berlari mengisi kehadiranmu,
Seperti kerendahan hati yang ada dipelupuk ini.

March 19th, 2009 at 7%3
Poni? Apanya Ponari?
March 20th, 2009 at 8%3
dari postingan diatas say apaling suka dengan kata2 ini:
March 31st, 2009 at 6%3
ini galih dan ratna bukan?
April 7th, 2009 at 3%3
puitis kali temanku ini…ungkapan hati yg terdalam ?!
October 7th, 2009 at 8%3
bagggus… baggusss
October 7th, 2009 at 8%3
lanjuttin yaaaa